<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059</id><updated>2011-12-20T00:59:24.093-08:00</updated><category term='Wiraswasta'/><category term='Reformasi Birokrasi'/><category term='Gado-gado'/><title type='text'>Mirza Mashudi's Weblog</title><subtitle type='html'>Thank you for visiting us. Our web is UNDER CONSTRUCTION. We are experiencing technical difficulties and the website will be live again by mid September 2008</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-6402573046734653855</id><published>2011-12-18T08:34:00.000-08:00</published><updated>2011-12-18T09:16:16.337-08:00</updated><title type='text'>Reborn!</title><content type='html'>Sekian lama tidak pernah menulis blog, tercetus kembali untuk memperbaharui. Banyak masukan tentang penulisan, konten, gaya bahasa termasuk kemudahan melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;update&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gadget&lt;/span&gt; yang saya pergunakan mengisyaratkan menggunakan wordpress, namun apalah artinya banyak blog, konten adalah segalanya. Fokus awal tadinya untuk mengupdate tampilan, namun ketersediaan software yang terpisah dari komputer dengan notebook, tampilan akan disempurnakan bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Let's start writing!&lt;/span&gt; Terilhami dari tulisan eileen dan rene cc di kompas setiap hari sabtu dan masukan dari bapak Sri Edi Swasono untuk memperkecil tema dalam tulisan, sehingga tidak terlalu luas, cukup menarik untuk disimak. Tulisan eileen dan rene mengilhami dalam ulasan reformasi birokrasi yang selama ini hanya dijelaskan secara normatif dalam berbagai referensi termasuk ulasan manajemen strategis. Instan! itu yang tertuang dalam tulisan eileen minggu lalu, dimana kecenderungan personal untuk membaca headline dan informasi yang singkat, dengan meninggalkan kebiasaan untuk membaca secara runtun kronologis suatu peristiwa yang biasa dijabarkan dalam berbagai referensi, sehingga personal cenderung melakukan pembenaran dalam analisa yang dangkal, dengan latar belakang informasi dan pemahaman yang singkat. Tulisan lengkap eileen &amp;amp; renee bisa dibaca di www.kompas.com di halaman karir. Gaya penulisan dengan tema yang sempit disertai dengan ulasan yang melebar cukup membantu pembaca untuk menginterprestasikan secara luas. Terutama bagi personal yang terjebak dalam budaya kerja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rule driven&lt;/span&gt; tanpa peluang untuk menginterprestasikan suatu masalah secara tuntas, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;just given!&lt;/span&gt; Padahal kegagalan tidak untuk diindahkan seperti yang selama ini banyak dilakukan dalam analisa SWOT, Weakness &amp;amp; Opportunity hendaknya dipahami sebagai kejadian yang harus diatasi selayaknya yang dilakukan dalam perusahaan microsoft. Seperti yang pernah saya tulisakan sebelumnya tentang perbedaan mekanik jaman dulu dan sekarang, mekanik jaman dulu lebih kepada trial &amp;amp; error. Begitu juga dengan reformasi birokrasi dimana lebih terfokus pada proses bisnis internal sehingga link &amp;amp; match tetap dipertanyakan, kesesuaian dengan obyek kinerja sering terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya berbagai ide yang terlintas akan segera saya tuliskan, kedalaman materi tentunya akan mengikuti kemudian. sangat berbahagia tentunya jika penulisan blog ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk mengembangkan lebih lanjut. Kejadian yang seringkali terlewatkan dalam penyusunan rencana strategis, TOR maupun  penulisan lainnya, adalah kebiasaan untuk mengikuti model yang sudah tersedia maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;text book oriented&lt;/span&gt; yang belum tentu sesuai dengan budaya kerja ataupun situasi yang ada. Lagi-lagi perusahaan peranti lunak microsoft dapat dijadikan contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh panggang dari api! layak untuk disandangkan bagi kajian pada beberapa intansi pemerintah. Secara statistik jelas diperlukan suatu obyek penulisan yang strategis baik tersirat maupun tersurat, dan mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Kaidah penulisan harus diikuti, namun konten haruslah berimbang dan aplikatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini hanya sebagai awal pengaktifan blog ini, selanjutnya akan lebih terfokus kepada issue-issue yang terjadi di sekeliling kita. Menulislan untuk mengungkapkan &amp;amp; menjelaskan tidak sekedar tulisan yang normatif. Semoga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-6402573046734653855?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/6402573046734653855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=6402573046734653855' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/6402573046734653855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/6402573046734653855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2011/12/reborn.html' title='Reborn!'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-6247946640960924241</id><published>2009-08-29T09:07:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T09:08:22.212-07:00</updated><title type='text'>Bahasan reformasi birokrasi dengan 2 lagu</title><content type='html'>Ide tulisan ini dari penjelasan kepada rekan saya tentang lagu Michael Bolton dengan titel Said I Love You But I Lie, tapi yang dijelasin keburu ngabur. Sepintas mirip pernyataan playboy pada korbannya, setelah mencari beberapa referensi tersingkap sedikit maknanya. Maksud sang pencipta lagu, cinta itu gak bisa diungkapkan, kalaupun terungkap dengan kata-kata tak dapat mencerminkan gambaran sesungguhnya dari makna yang terdalam. Konon cinta itu tak dapat diungkapkan dengan kata-kata, yang dapat dimaknai dan dipahami. Hampir sama dengan ungkapan Miing Bagito pada prosesi pemakaman penyanyi &amp;amp; pencipta lagu Tak Gendong Mbah Surip, seniman menciptakan karya seninya berdasarkan nalurinya, tidak berdasarkan nilai komersil yang diprediksi akan diterima. Kembali ke Said I lOve You but I Lie, jika dikaitkan dengan reformasi birokrasi, reformasi birokrasi adalah proses transformasional bukan proses yang sporadis dengan kemauan luhur untuk menciptakan birokrasi yang ideal. Tidak dapat dinilai dengan tingkat remunerasi yang dinilai proporsional dengan kinerja yang dihasilkan. Tujuan ini akan dicapa dengan kemauan luhur seluruh jajaran birokrasi dengan seluruh stakeholdernya. Berbagai ukuran yang ditetapkan masih jauh dari capaian sempurna, secara kualiatatif mungkin bisa tercapai, namun pemahaman dari seluruh unsur masih jauh dari harapan. Menurut Ciputra, kondisi negara yang ideal, minimal 2% atau 10% penduduk adalah entrepreneur, angka pastinya saya lupa. Setidaknya hal ini dapat merubah paradigma masyarakat, bahwa PNS adalah segalanya, sehingga menghalalkan segala cara untuk masuk sebagai PNS, yang pada akhirnya hanya berakibat kepada buruknya kinerja birokrasi. Sudah banyak masalah yang kita sadari di sekeliling kita, mulai dari eksploitasi SDA oleh pihak asing, sehingga kita tidak dapat menikmatinya, sampai klaim budaya kita adalah budaya milik negara lain. Salah satu penyebabnya adalah birokrasi yang buruk. Hendaknya kita mencintai dengan benar negara kita dengan mewujudkan birokrasi yang benar. Tidak perlu mengedepankan dengan kata-kata atau ukuran kuantitatif, tapi dengan semangat yang lebih tinggi yang tidak dapat diungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu kedua tentunya dari Vidi Aldiano yang berjudul Status Palsu, dengan lirik ternyata aku mencintai dirimu hanya untuk status palsu dst...sambungannya dengan reformasi birokrasi, meskipun telah dicanangkan namun praktek-praktek di lapangan masih tidak berbeda dengan sebelumnya. Beberapa kegiatan yang seharusnya positif tetap didanai dengan cara-cara ilegal. Sekali lagi kegiatan positif, namun dibiayai dengan cara-cara yang tidak positif. Padahal kegiatan itu berlangsung pada instansi yang mencanangkan reformasi birokrasi dan sudah menikmati remunerasi dengan nilai yang fantastis. Itu belum termasuk praktek-praktek pengadaan barang dan jasa yang tetap berjalan tidak sebagaimana mestinya. Cocok kan dengan lagu retro Vidi Aldiano?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tulisan singkat, tapi sulit, karena sebagian tulisan tidak ditampilkan, tulisan tersebut sebagian digunakan sebagai bahan tulisan Kabinet yang Dicita-citakan yang akan dikirimkan ke harian Kompas, namun jika dianggap tidak memenuhi syarat akan diupload di blog ini he..he. Belum termasuk tayangan di Anteve yang cukup menganggu konsentrasi, acara sedap malam, Soimah sang host sedang mewawancarai artis Asmirandah...beautiful girl...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-6247946640960924241?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/6247946640960924241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=6247946640960924241' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/6247946640960924241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/6247946640960924241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2009/08/bahasan-reformasi-birokrasi-dengan-2.html' title='Bahasan reformasi birokrasi dengan 2 lagu'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-5712275155131646904</id><published>2009-08-29T07:46:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T07:47:09.547-07:00</updated><title type='text'>KPPN biang pembiayaan proyek tertunda?</title><content type='html'>Genap seminggu pemberitaan di Kompas tentang pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) bahwasanya keterlambatan proyek diakibatkan masih adanya biaya tak terduga di KPPN, sehingga para satuan kerja (satker) cenderung menunda pengajuan SPM pada akhir tahun untuk menghindari biaya tersebut. Dinyatakan juga bahwa saat ini hanya ada beberapa KPPN yang benar-benar tidak menerima biaya tak terduga tersebut. Pernyataan Direktur Perbendaharaan KPPN-KPPN tersebut adalah KPPN prima, dimana seluruh KPPN prima terdiri dari staf yang telah diseleksi ulang, tindakan ini mengakibatkan jumlah staf dalam KPPN prima terpangkas menjadi sekitar 50% - 70% dari jumlah sebelumnya. Hal ini menimbulkan masalah tersendiri mengingat staf yang tergeser sempat ditawarkan golden shake hand berupa pensiun dini, namun tidak memungkinkan untuk dilaksanakan sehingga para staf tergeser di beberapa daerah dimanfaatkan sebagai konsultan penyusunan laporan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah awal, rasanya terlalu berlebihan jika hanya disebutkan satu variabel sebagai penyebab permasalahan secara keseluruhan, permasalahan pembiayaan proyek harus dilihat secara menyeluruh karena merupakan hal yang kompleks. Tentunya anda masih ingat masalah yang dialami Pemda DKI diawal tahun anggaran, saat kesulitan menemukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Penyebabnya tentunya ketakutan akan KPK. Korupsi yang dilakukan secara individu tentunya mudah mengatasinya. Namun jamak dilakukan dimana-mana, korupsi pada umumnya adalah sistemik dalam suatu organisasi. Sehebat-hebatnya PPK melakukan kendali pasti masih terdapat kebocoran yang tidak dapat diantisipasi. Mengingat budaya organisasi pemerintah saat ini belum sepenuhnya mendukung sepenuhnya Good Governance. Dapat anda bayangkan jika 100% staf suatu KPPN setelah dilakukan seleksi ulang ternyata hanya 50% sampai 75% yang layak mengisi formasi tersebut, padahal mayoritas staf Departemen Keuangan telah melalui seleksi penerimaan yang lebih bagus dibandingkan instansi lain. Bandingkan jika hal tersebut dilakukan di seluruh departemen, berapa jumlah PNS yang harus dirumahkan. Ketidakmampuan staf dalam seleksi ulang menurut saya penyebabnya ada dua, pertama karena sistem rekrut yang tidak benar, kedua iklim kepegawaian yang tidak kondusif. Itu dari sisi SDM. Belum termasuk nepotisme dari sisi yang lebih dalam, nepotisme dari sisi yang menurut saya positif jika mengedepankan teamwork, yang negatif tentunya jika orientasi pada "kesejahteraan" dari sisi fulus. Jika anda baca biografi valentino rossi pembalap legendaris tentu tahu, bahwasanya keberhasilannya dengan selalu melibatkan tim, bahkan saat pindah ke Tim Yamaha dia memboyong seluruh teknisi saat di Honda, termasuk teknisi legendaris Jeremy Burgess tentunya. Begitupun saat mengawali karier dari kelas lokal sampai dengan awal di kejuaraan dunia, sejak di kelas 125 cc selalu mempertimbangkan tim yang akan dimasuki. Mayoritas pembalap dan tim berpendapat bahwa pembalap adalah single fighter tidak terlalu dipengaruhi kondisi tim, bahkan tim pabrikan honda berpendapat bahwa kondisi motorlah yang menentukan bukan pembalap. Contoh kongkrit di dunia birokrasi, tentunya anda masih ingat manajer satu milyar, yang kemudian didaulat menjadi menteri, namun prestasinya tidak beranjak, saya rasa secara personal beliau punya kemampuan yang mumpuni, namun lingkungan dan budaya birokrasi tidak terlalu mendukung, itu perkiraan saya.Dalam paragraf ini saya hanya ingin menekankan penyebab salah satu keterlambatan karena lemahnya dukungan SDM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadaan barang jasa juga ikut menyumbang keterlambatan proyek, terutama proyek-proyek diatas 100 juta apalagi megaproyek. Mungkin bisa terlaksana suatu pengadaan barang dan jasa yang "bersih", menurut saya itu bisa tercapai hanya dinegara-negara sosialisir. Yang bisa dilaksanakan di negeri kita tercinta ini saya rasa hanya meminimalisir kebocoran. Suatu sistem pengadaan yang dirancang sebaik mungkin tentunya masih menghadapi resiko. Diantaranya sindikasi pengusaha yang terlibat dalam seleksi pengadaan barang dan jasa tersebut. Saya sempat terkesima saat salah satu perusahaan yang memenangkan bidding, ternyata perusahaan yang memiliki kualifikasi istimewa, dengan pengalaman kerja yang berderet. Namun apa lacur, perusahaan tersebut sebetulnya sudah dijual, sehingga yang didapat secara riil sebetulnya adalah perusahaan dengan SDM baru tanpa pengalaman sama sekali. Ini belum termasuk pemenang bidding yang menjual hak kemenangannya kepada perusahaan lain. Seorang kolega yang menurut saya mempunyai kemampuan personal istimewa, dan saat ini memiliki beberapa perusahaan dengan track record yang istimewa pula, menawarkan setting bidding yang menurutnya aman, dan menawarkan 1001 trik menggugurkan peserta lain yang menurut saya perfect.Saat mencoba untuk melakukan negosiasi secara informal, teman kita ini tetap tidak mau beranjak dari angka tertentu, yang menurutnya selalu memperhitungkan biaya auditor. Menurutnya sesempurna apapun pada akhirnya auditor juga akan mempergunakan 1001 cara untuk menemukan kesalahan, karena itu credit point yang diraih auditor. Hal tersebut juga berlaku jika dia memenangkan bidding secara alamiah, biaya auditor selalu diperhitungkan. Sepengetahuan saya entepreneur seperti ini masih wajar, karena yang bersangkutan tidak ingin mengorbankan kualitas, tetapi profit oriented tetap berjalan sebagaimana entepreneur pada umumnya. Yang dia tawarkan sebetulnya lebih aman dari sisi PPK, karena kita sudah tahu kualifikasi dan kualitas pekerjaannya, namun tidak dibenarkan secara peraturan. Kenapa saya katakan more safe? Karena beberapa pemenang bidding di berbagai instansi, adalah perusahaan yang terbiasa dengan iklim kerja birokrasi, sepengetahuan saya keuntungan yang diperoleh lebih besar dari keuntungan normal, karena pada umumnya mengorbankan kualitas, sehingga didapat keuntungan yang tidak wajar, itupun sudah diperhitungkan pemberian untuk lingkungan birokrasi dan auditor. Adakalanya perusahaan akan berusaha memenangkan bidding dengan segala cara, lebih parah lagi ditunggangi oknum internal diluar sistem PPK, adakalanya pihak internal juga menggunakan intimidasi terhadap sistem PPK. Jika sudah memenangkan bidding jumlah kerugian yang terpampang akan semakin besar. Singkat kata pelaksanaan sitem pengadaan barang dan jasa secara baik dan benar juga masih menyisakan masalah, sehingga kesepakatan pembayaran terhambat masalah tarik ulur biaya tak terduga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya di blog saya mirzamashudi.blogspot.com, masih lemahnya kemampuan menerjemahkan tujuan strategis ditingkat operasional, atau masih lemahnya kondisi personal atau sistem pada middle manajemen salah satunya mengakibatkan lemahnya pemahaman peraturan yang berlaku. Aplikasi peraturan internal birokrasi di setiap departemen atau lembaga berbeda-beda, terutama jika disangkut pautkan dengan peraturan pencairan dana pada KPPN, masih sering terdengar komentar, di departemen A cara begini sudah cukup untuk pencairan dana kenapa di departemen B tidak bisa. Kalau disimak secara time series metode pencairan dana atau penganggaran masih cenderung transaksional, saat suatu peraturan di launching, kemudian diterapkan, kemudian timbul masalah operasional, tergantung siapa yang menyampaikan, jika yang menyampaikan cenderung berkoar-koar, akan ditampung untuk kemudian dirubah, atau dibuatkan perbaikannya. Sepintas seperti tambal sulam tidak diperhitungkan esensi secara mendasar. Pengalaman menarik, saat saya sebagai PPK mengajukan pencairan dana kepada bagian keuangan, yang bersangkutan melakukan verifikasi yang tidak pada tempatnya. Dari hasil pengamatan subyektif saya, yang bersangkutan kurang memahami tugas pokok fungsi yang diembannya, itupun masih dibebani masalah seperti yang saya jelaskan pada alinea kedua, sebelum betanggung jawab pada bagian keuangan yang bersangkutan adalah PPK, yang pada akhir tahun dibebani dengan berbagai temuan, yang menurut saya bukan disebabkan oleh yang bersangkutan, tetapi ditungangi oleh pihak-pihak internal lainnya, yang selama ini melakukan kecurangan-kecurangan, tetapi saat terjadi temuan lepas tangan begitu saja, dengan tetap menikmati yang diperolehnya. Sedangkan mantan PPK yang satu ini hanya bisa gigit jari, poor you. Akibat lemahnya pemahaman atas peraturan yang berlaku, saran untuk semua PPK saya rasa hanya perlu wait and see, sekaligus berupaya menemukan biang penyelewengan. Karena lemahnya pemahaman peraturan bisa berakibat penyelewengan yang tidak terduga maupun penyelewengan yang disengaja. Ada kemungkinan hal ini disebabkan lemahnya sosialisasi atau sistem humas di berbagai instansi, coba bandingkan dengan sistem call center di berbagai perusahaan berkualifikasi baik. Beda jauh kan? minimal pihal call center akan membalas dengan cepat dan tepat minimal secara garis besar, baik melalui telepon maupun email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak variabel-variabel lain yang mempengaruhi, jika anda membaca tulisan ini sampai akhir, saya harapkan anda mampu berpikir secara bijak, karena tulisan ini dimaksudkan untuk menambah obyektifitas para pengambil keputusan tidak untuk menyudutkan pihak tertentu. Minimal tulisan ini dapat menginspirasi lembaga peneliti, atau mungkin saya lakukan dengan perusahaan saya sendiri, dengan bidding yang diatur? Saya tidak ingin melakukannya! Saya hanya ingin bekerja secara profesional dengan imbalan yang layak sesuai dengan peraturan dan dengan semangat bulan ramadhan tentunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-5712275155131646904?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/5712275155131646904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=5712275155131646904' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/5712275155131646904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/5712275155131646904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2009/08/kppn-biang-pembiayaan-proyek-tertunda.html' title='KPPN biang pembiayaan proyek tertunda?'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-4191685429433864690</id><published>2009-02-22T07:31:00.000-08:00</published><updated>2009-03-27T04:49:11.181-07:00</updated><title type='text'>Bandung Trip (Again)</title><content type='html'>Bulan lalu ada perjalanan dinas ke bandung dari hari kamis 19 februari 2009 sampai hari sabtu, tapi saya memilih untuk pulang hari jum'at malam. Bukan perjalanan dinasnya yang mau disharing, tapi khotbah sholat jum'at di hotel savoy homann bandung. Tidak seperti biasanya, kalau sholat di lingkungan kantor, sepertinya susah untuk khusyuk, mungkin masih terbawa suasana kantor, disini sedikit lebih khusyuk. Mungkin juga karena malam itu sedikit waktu tidur. Ada pointer yang bisa direnungi&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;, hidup seperti orang mati kalau kehidupan dilalui tanpa ilmu, hidup seperti orang tidur kalau dilalui dengan ilmu tapi tidak diamalkan, hidup belum sempurna kalau dihadapi dengan ilmu, diamalkan tapi dengan tujuan yang tidak kepada NYA. Hidup sempurna saat dilalui dengan ilmu, diamalkan sesuai dengan ketentuan NYA. Kalau salah tolong dikoreksi ya. Jadi teringat dengan beberapa rekan yang tergabung dalam kelompok kegiatan tertentu dibidang keagamaan. Sesaat setelah mengikuti aktivitas, menurut saya mereka cenderung merendahkan orang-orang yang tidak terlibat dalam kegiatan itu. Semestinya mereka mengamalkan ilmu yang mereka peroleh. Sama halnya kalau saya mengklaim bahwa saya berhasil dalam posisi/jabatan saya sekarang karena perjuangan saya. Terlalu naif. Suatu ketika seorang manager dengan penghasilan abnormal, dipuja-puji banyak orang, begitu pindah ke tempat lain, bahkan sempat menjadi petinggi negara, prestasinya tak kunjung bersinar lagi. Seorang pemain bola, david beckham contohnya, beliau ahli dalam memberikan umpan kepada top scorer, namun yang lebih banyak dikenal ya pencetak gol. Tempo hari di tv, saat wawancara, Amien Rais memprediksikan popularitas JK masih kalah dibanding SBY. Asumsinya secapek apapun JK, toh yg jadi Presiden SBY, orang tahunya itu program SBY. So...they work as team. Seringkali kita lupa kalau kita hidup dalam sistem, atau ada yang mendefinisikan manusia adalah makhluk sosial, mereka terikat dalam sistem.&lt;br /&gt;Minggu 1 Maret 2009, nyaris setengah bulan tulisan ini baru diterusin. Kesempatan baru ada, kebetulan anak-anak sudah tidur, setelah seharian ikut bundanya latihan bulutangkis, dan badan saya agak fresh sedikit, lantaran tadi siang sempet take a nap. Maklum tadi pagi musti berangkat pagi banget, untuk mengikuti seleksi program doktor di UI, kayaknya refreshing aja tuh, tahu depan baru serius, ngeles nih..he..he.maklum ujian meski TPA dan Bahasa Inggris kayaknya susah banget, mungkin karena otak lebih sering dipake buat ngurusin administrasi dan diuber-uber deadline. Mustinya ada dua pointer, tapi yang satu lupa lantaran kelamaan, so...ambil hikmahnya semoga bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-4191685429433864690?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/4191685429433864690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=4191685429433864690' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/4191685429433864690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/4191685429433864690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2009/02/bandung-trip-again.html' title='Bandung Trip (Again)'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-2965658861390379731</id><published>2009-01-28T04:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T04:44:18.025-08:00</updated><title type='text'>Wong Jowo</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya dapat dari milis pendengar i-radio jakarta tentang 5 falsafah jawa yang berguna untuk kita menghadapi perjalanan kehidupan kita, selengkapnya seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Kukilo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; (burung), kebanyakan orang jawa selalu memelihara binantang peliharaan, dankebanyakan pula binatang peliharaan yang umum di rawat adalah burung perkutut. Karena suaranya yang bagus merdu dan menentramkan suasana.&lt;br /&gt;Didalam kehidupan ini kita harus bisa mengikuti burung perkutut, yaitu dengan selalu bersuara yang bagus untuk didengar oleh orang lain, tidak selalu mengeluarkan suara yang bisa menyakiti hati orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Wanito&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; (wanita), wanita secara universal melambangkan kelembutan, cinta kasih, perasaan sayang. Kita hidup didunia pastilah berada ditengah-tengah manusia dan makhluk lainnya. Kita harus selalu memberikan rasa kelembutan kita, cinta kasih kita dan rasa sayang kita kepada semua makhluk ciptaan sang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Curigo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; (waspada), didunia kita pasti tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita beberapa detik, menit atau jam kedepan. Dengan sikap waspada ini maka kita diharapkan bisa selalu waspada akan gerak dan sega tingkah laku kita agar kejadian yang akan datang tidak menjadikan penderitaan pada diri kita sendiri. Curigo juga bisa diartikan dengan Eling terhadap Tuhan Yang Maha Esa, karena Beliau lah yang menciptakan masa lalu, masa sekarang dan masa depan kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Turonggo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; (kuda), untuk dapat mengendalikan kuda disaat kita menungganginya, maka tali kendali yang harus kita pegang erat. Dalam kehidupan pengendalian diri akan segala nafsu dan ego harus kita kendalikan. Bukan dengan mengumbar nafsu, ego dan angkara murka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Wismo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; (rumah), setiap kali kita pergi pasti akan kembali kerumah. Dari sini diartikan kita hidup didunia ini hanya keluar sebentar dari rumah kita yang sebenarnya, dan suatu saat pasti akan kembali ke rumah abadi kita yaitu rumah Tuhan. Dan kita selagi didunia harus tahu apa yang akan kita bawa sebagai oleh-oleh untuk-NYA agar kita lebih disayang oleh Beliau.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Sebelumnya ada pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono di media yang selalu saya ingat, untuk berpindah dari satu zona pemikiran ke zona pemikiran yang lain dibutuhkan energi yang tidak sedikit, contohnya ekstremnya kalo &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;anda berjiwa seni, lagi asyik-asyiknya nemu ide, mendadak ada gangguan, serta merta ide mendadak hilang. Hampir sama dengan kerja berdasarkan mood, atau moody, cuman kadar moody seseorang berbeda-beda &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(to be continued)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-2965658861390379731?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/2965658861390379731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=2965658861390379731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/2965658861390379731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/2965658861390379731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2009/01/wong-jowo.html' title='Wong Jowo'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-6981894089012082223</id><published>2009-01-28T03:48:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T04:45:47.170-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gado-gado'/><title type='text'>Behind The Screen : Final Decision</title><content type='html'>Jaman kuliah dulu, untuk mata kuliah pengambilan keputusan kayaknya gampang banget. Terutama untuk penentuan jalur produksi yang musti pake itung-itungan, hasilnya pasti dan jelas. Giliran udah kerja, posisi semakin naik, makin berasa susahnya. Semakin meningkat posisi, sama aja kayak naik tangga, makin banyak anak tangga yang diinjak semakin kelihatan lah kita. Kalo di kehidupan sehari-hari, gak perlu posisi ato jabatan yang tinggi banget, asal naik dikit, berarti kita juga musti siap dipuji dan dicaci lebih banyak, karena toh sorotan juga tambah banyak. Beda kalo kita baris diposisi paling buncit, kita bisa tahu bagian belakang orang lain depan kita, tapi gak ada orang lain yang tahu kondisi di belakang kita. Sama aja dengan belajar ilmu sosial sama ilmu itung-itungan, ato ilmu ekonomi ama ilmu sosial, beda banget. Kalo saya paling suka lembar bola, suka cerita ada masalah ke banyak orang, dampaknya masukan/alternatif yang saya terima juga banyak, jadi tinggal bikin ambil keputusan. Tapi kan gak berhenti disitu saja, saya punya alternatif dari si A sampai Z, tapi antara si A da si B gak pernah tahu, atau si D sama si E, jadinya keputusan untuk urusan yang paling sepele pun harus siap menerima kenyataan bahwa tidak bisa kita memuaskan banyak pihak. Kebijakan yang dianggap populis pun tidak menjamin kepuasan semua pihak, apalagi kebijakan yang represif. Saya gak kebayang gimana jadi CEO atau menteri lah, rapat disana-sini, baru beberapa kali saya menyimak, ruang rapat seperti peraduan, kalo ngebayangin, sama kayak pengantin baru lah, kita tidak tahu bagaimana perjuangan di dalam kamar, pokoknya kita tahu pagi-pagi kita ketemu laki bini udah sama-sama keramas, padahal kita ngak tahu keramas abis gituan atau semalem gak ngapa-ngapain karena kecapekan dengan prosesi yang panjang banget, keramas juga karena rambut gatel-gatel karena malemnya harus dirias macem-macem. Setiap pemerintah mengumumkan kebijakan, selalu ada pro dan kontra tentang kebijakan itu sendiri, disaat tertentu saya pernah ngobrol dengan seseorang yang memprotes salah satu kebijakan, padahal yang saya tahu pada saat perumusan kebijakan itu sendiri, hal yang identik dengan yang dipermasalahkan beliau juga ikut dibahas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(to be continued)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-6981894089012082223?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/6981894089012082223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=6981894089012082223' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/6981894089012082223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/6981894089012082223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2009/01/behind-screen-final-decision.html' title='Behind The Screen : Final Decision'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-3567973596391210835</id><published>2009-01-08T03:23:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T04:20:19.163-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gado-gado'/><title type='text'>Scusate Il Ritardo</title><content type='html'>Sorry for delay! begitu kira-kira terjemahan bahasa inggrisnya. Kalimat ini jadi populer   sesaat setelah valentino rossi dinobatkan sebagai juara dunia motogp, maksudnya permohonan maaf vale kepada seluruh penggemar, karena terlambat meraih gelar, setelah dua tahun dilalui hanya pada posisi runner up. Jelasnya baca di motograndprix.com atau dimana aja deh. Emang berlebihan kalau saya ngaku punya banyak penggemar kayak doski, saya cuman mau bilang maaf terlambat untuk mengucapkan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Selamat Tahun Baru 2009&lt;/span&gt;. Bagi PNS yang bernasib sama seperti saya sebagai pengelola keuangan, pesta tahun baru sudah dimulai sejak akhir bulan november, ujung-ujungnya saya menikmati liburan beneran sabtu ampe minggu kemarin, 10 s.d. 11 januari 2009. Baru liburan kemarin juga saya kaget anak saya paling buncit Beni Si Sapi protes ayahnya sering banget gak pulang. Wajar lah apalagi mulai akhir November ampe Sabtu kemarin, emang banyak tugas luar kota. Jadwal olah raga, tidur, istirahat, baca buku, ngeblog, ibadah pun jadi berantakan. Akhir tahun pun musti sering kontrol ngeliat renovasi ruangan plus finishing, abodemen telp musti diumpetin, soalnya bini pasti nyap-nyap lihat tagihan bengkak, ntar dipikir punya simpenan. Ada 6 draft tulisan di blog ini yang belum diselesaikan, belum termasuk ide-ide tulisan yang tersimpan di hp, apalagi tulisan-tulisan di blog ini yang udah dijanjiin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;to be continued&lt;/span&gt;. Sudah resiko kerja di bidang pelayanan kali ya. Sebetulnya liburan kemarin juga dipaksain, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;la wong&lt;/span&gt; (bhs jawa) kerjaan gak pernah berhenti, complain jalan terus. belum tuntas kerjaan tahun kemarin sudah disambut kerjaan tahun ini plus persiapan audit tahun kemarin. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Anyway...The Show Must Go On&lt;/span&gt;. Banyak target pribadi yang tidak tercapai, termasuk penanganan tugas kantor. Persiapan nerusin kuliah mulur juga, nikmat deh. Saya cuman berharap target naik haji on time. Konsep blog yang serius udah kebayang, lantaran juga dipake untuk persiapan nerusin sekul, tapi ya itu tadi alasannya balik maning. Banyak kejadian unik yang layak untuk ditulis, tapi mulai tahun ini diusahakan ada sedikit ulasan dari buku. Bulan ini cuman habis 1,5 buku, 1 buku terbaru Butet K, dan 1/2 buku MH Ainun N. Sekian dulu temu kangen kali ini, tetap semangat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-3567973596391210835?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/3567973596391210835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=3567973596391210835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/3567973596391210835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/3567973596391210835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2009/01/scusate-il-ritardo.html' title='Scusate Il Ritardo'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-3177448180106815928</id><published>2008-12-15T17:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T04:21:05.040-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reformasi Birokrasi'/><title type='text'>Preman</title><content type='html'>Ada banyak orang yang mengaku dan bertingkah preman di hadapan saya. Dari kesemuanya, sebagian besar saya menahan tawa dalam hati. Bagaimana tidak? Teman-teman saya dimasa lalu yang menurut saya preman sekarang udah ditahan kalau tidak udah jadi boss. Kok bisa jadi bos? Ya iyalah, mereka berhasil mengalihkan keberanian ke bidang lain, kalau bahasa alim ulama, mereka berhasil mengendalikan hawa nafsunya ke arah yang benar. Dengan mata kepala sendiri saya menyaksikan gimana preman paling terkenal di kota saya menghujamkan pukulan ke arah teman saya, kebetulan teman saya ini penyandang sabuk hitam di sebuah  perguruan tinggi ternama. Teman saya ini hanya menangkis doang tuh, sampai sang preman frustasi. Tidak ada pukulan sang preman yang bersarang di tubuh teman saya ini. Dan dia hanya sekedar menghindar, raut mukanya datar-datar saja. Seperti orang tua yang menghindar dari pukulan anaknya yang berusia tiga tahun. Semenjak itu di benak saya selalu terngiang, bahwa preman identik dengan berani. Bagi yang mengaku preman, tapi sampai sekarang cuman begitu-begitu doang, kalau menurut bahasa mertua saya itu cuman laper doang, kalo kenyang ya diem aja, bahkan tidur. Seorang menteri wanita yang berhasil menjalankan reformasi birokrasi menurut saya lebih berjiwa pemberani atau preman dibanding bawahannya yang mengaku-ngaku preman, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handicap&lt;/span&gt;-nya kan beda jauh bos! Preman/berani identik dengan tekanan, semakin preman/berani biasanya lebih tahan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;work underpressure&lt;/span&gt;, termasuk anak buah saya dong, biar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cool&lt;/span&gt; tapi betah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;work underpressure&lt;/span&gt;, dibanding yang bentar-bentar ngeluh. Apalagi dijaman keroyokan kayak begini, macem anak sekolahan yang hobi tawuran, tipis peluang berani mereka disaat sendiri, secara psikologis kadang-kadang mereka mengalami stress tapi tidak mampu menyalurkan, jadi pada saat ada &lt;span&gt;kejadian&lt;/span&gt;&lt;span&gt; yang bisa berfungsi sebagai penyaluran mereka hayu aja, padahal setelahnya jika ditanya mereka juga bengong sendiri. Saya juga pernah lho menemui gerompolan Satpol PP atau Satpam yang bermental seperti ini. Sama dengan ilmu padi semakin berisi semakin menunduk, preman yang masih tersesat di jalan yang tidak benar yang pernah saya temui, semakin kakap semakin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cool&lt;/span&gt;. Memang sih, jamannya lagi susah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (to be continued)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-3177448180106815928?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/3177448180106815928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=3177448180106815928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/3177448180106815928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/3177448180106815928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2008/12/preman.html' title='Preman'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-2332872018577795616</id><published>2008-12-09T21:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T22:01:28.736-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gado-gado'/><title type='text'>Brain, Beauty, Behaviour, &amp; ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/ST9aodCTZgI/AAAAAAAAAE4/kV2QRQrD_V0/s1600-h/ST833444.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/ST9aodCTZgI/AAAAAAAAAE4/kV2QRQrD_V0/s200/ST833444.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278036939337065986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bulan-bulan yang menegangkan menjelang akhir tahun, penuh dengan deadline yang gak bisa ditawar. Saya jadi ogah nulis yang agak serius, mendingan cerita ringan aja, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;refreshing&lt;/span&gt; dikit lah. Beberapa waktu lalu ibu menteri di tempat saya protes dengan istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the right man in the right place&lt;/span&gt;, karena menurut beliau adakalanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;woman&lt;/span&gt; juga bisa in &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the right place&lt;/span&gt;, maksudnya mungkin emansipasi wanita. Kalau ngomongin trend yang sekarang lagi in, para pria belakangan juga menyerang hak para wanita. Pria metrosek kalo gak salah sebutannya, biasa disandang pria-pria yang rajin merawat tubuh, mulai dari penampilan, kebugaran, manicure, pedicure &lt;span style="font-style: italic;"&gt;de el el&lt;/span&gt;. Istilah di negeri sono 3B &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Brain&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beauty&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Behaviour&lt;/span&gt; konon sekarang udah berkembang jadi 4B &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Brain&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beauty&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Behaviour&lt;/span&gt;, &amp;amp; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bed Skill&lt;/span&gt; he..he, bukan monopoli para wanita saja. Kalau sempat nonton acara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;infotainment&lt;/span&gt;, adakalanya saat wawancara dengan selebritis pria, mereka juga menjaga penampilan, mulai dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;healthy food&lt;/span&gt; sampai rajin ke salon untuk perawatan tubuh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(to be continued)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Keterangan foto : Koleksi pribadi, Lokasi Hotel Grand Preanger Bandung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-2332872018577795616?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/2332872018577795616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=2332872018577795616' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/2332872018577795616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/2332872018577795616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2008/12/brain-beauty-behaviour.html' title='Brain, Beauty, Behaviour, &amp; ...'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/ST9aodCTZgI/AAAAAAAAAE4/kV2QRQrD_V0/s72-c/ST833444.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-2115472878847032676</id><published>2008-12-09T02:47:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T21:55:19.718-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reformasi Birokrasi'/><title type='text'>Teamwork</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/ST5VLTislmI/AAAAAAAAAEo/G3TocNwz19Y/s1600-h/02122008374.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/ST5VLTislmI/AAAAAAAAAEo/G3TocNwz19Y/s200/02122008374.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277749466037524066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bulan ini saya harus kehilangan salah seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;team-mate&lt;/span&gt;. Sedikit menyebalkan saat harus menyelesaikan target tim yang hanya tersisa satu bulan&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;mau tidak mau harus menyesuaikan dengan ritme kerja baru dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;team-mate&lt;/span&gt; baru. Tidak akan menjadi masalah saat pergantian itu dilaksanakan sebelum pertengahan waktu. Kalau anda mengikuti perjalan karir kelompok musik Dewa, cukup menarik untuk disimak. Kelompok ini cukup sering mengalami pergantian personil, paling menyolok tentunya saat pengantian vokalis, dari ari lasso ke once. Vokal yang cenderung ngepop diganti dengan nge-rock! Band yang juga dipengaruhi kelompok musik legendaris Queen ini, juga mengalami pergantian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drummer&lt;/span&gt; yang berpengaruh pada keseluruhan musik yang diusung, terutama saat pergantian dari Wong Aksan ke Tyo. Gebukan drum &lt;span&gt;yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; jazzy &lt;/span&gt;&lt;span&gt;berganti gebukan yang lebih nge-rock!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Tyo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;salah satu pemilik perangkat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drum&lt;/span&gt; yang konon hanya berapa biji didunia, memang memiliki gebukan yang pas dengan musik aliran ini. Meski menurut saya gebukan drum yang nge-rock di Indonesia cuman dua, Yoyo "Padi" dan Rere &lt;span style="font-style: italic;"&gt;additional&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;musician&lt;/span&gt; kelompok musik Ada Band.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Khusus untuk Rere saya mengamati sejak rame-ramenya festival musik rock di Jawa Timur yang dipromotori Log Zhelebour, waktu itu masih bergabung dengan Grass Rock. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Jelasnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;dengerin aja sendiri musiknya!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kembali&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;ke Dewa, meski berkali-kali ganti personel, toh kelompok ini tetap eksis. Saya sempat memprediksi kelompok ini bakal tamat saat pergantian vokalis yang menurut saya cukup vital, namun masa itu berhasil dilewati dengan musik yang lebih bergairah! &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(to be continued)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Keterangan foto : Koleksi pribadi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-2115472878847032676?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/2115472878847032676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=2115472878847032676' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/2115472878847032676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/2115472878847032676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2008/12/teamwork.html' title='Teamwork'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/ST5VLTislmI/AAAAAAAAAEo/G3TocNwz19Y/s72-c/02122008374.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-5857935121263172537</id><published>2008-12-02T02:51:00.001-08:00</published><updated>2008-12-04T04:59:58.883-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gado-gado'/><title type='text'>Jancuk!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/STfSp6kQ1wI/AAAAAAAAAEQ/unw1Q4eQvXc/s1600-h/ST833551.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/STfSp6kQ1wI/AAAAAAAAAEQ/unw1Q4eQvXc/s320/ST833551.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275917106025649922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jancuk!&lt;/span&gt; sejenis umpatan dalam bahasa jawa timur, lebih popular di surabaya. Kebiasaan orang jawa timur terutama orang surabaya, untuk mengagumi sesuatu atau marah terkadang diawali umpatan ini. Bagi saya terasa nikmat takkala bertemu teman lama ataupun by phone. Sampai saat ini saya lebih suka mengaku orang jawa timur, bukan Situbondo, Jember, atau Surabaya. Lahir di Jember, dibesarkan dan menghabiskan waktu sekolah dengan status anak kos di Jember, namun tempat tinggal orang tua di Surabaya. Meski lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feel at home&lt;/span&gt; di Jember. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(to be continued)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Keterangan foto : Koleksi pribadi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-5857935121263172537?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/5857935121263172537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=5857935121263172537' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/5857935121263172537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/5857935121263172537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2008/12/jancuk.html' title='Jancuk!'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/STfSp6kQ1wI/AAAAAAAAAEQ/unw1Q4eQvXc/s72-c/ST833551.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-5462021910337432333</id><published>2008-12-01T18:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T04:56:18.650-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reformasi Birokrasi'/><title type='text'>Tiga Jaman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/STfS_mElNNI/AAAAAAAAAEY/WaEOjDUP9OA/s1600-h/Jimny.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 263px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/STfS_mElNNI/AAAAAAAAAEY/WaEOjDUP9OA/s400/Jimny.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275917478481179858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menjadi PNS di jaman sekarang, apalagi di masa transformasi seperti ini serasa hidup di tiga jaman. Maksudnya  kalau digolongkan ada beberapa tipe pegawai, meski tidak harus digeneralisir, perilakunya bisa dikelompokkan menjadi beberapa golongan yang salah satunya dipengaruhi jaman. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, Kelompok pegawai yang masuk dari koneksi dengan pejabat sebelumnya, biasanya masuk dari jalur honorer. Teman saya sempat bekerja di salah satu proyek pemerintah, sebagai tenaga pendukung, teman saya ini anak mantan dekan di sebuah universitas negeri, dianya sempat terheran-heran ketika salah seorang pegawai honorer yang sebetulnya lulusan pendidikan S1 sebut saja si X, sesuai dengan statusnya tenaga honorer, namun seringkali bahkan selalu menolak untuk disuruh atau bahasa sopannya diminta tolong untuk fotocopy oleh pegawai atau pejabat yang berstatus PNS. Usut punya usut dia merasa "dibawa" oleh seorang pejabat eselon II, ujung-ujungnya si X hanya mau disuruh yang "membawa saja". Kalau beruntung, dia bisa menjadi PNS lebih dahulu dibanding dengan tenaga honorer yang rajin tapi yang merekomendasikan kalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;power&lt;/span&gt;. Parahnya juga kalo sistem kepegawaian kurang bergigi. Saat mengikuti pelatihan, saya juga sempat termehek-mehek melihat salah seorang peserta yang berkualifikasi pejabat eselon IV dan berpendidikan S2, dalam setiap kesempatan selalu nyelonong bicara, dan susah distop, bahkan menurut saya analisanya buruk, bahkan kalau perlu sebelum pengajar dia akan berbicara terlebih dahulu, dari awal sesi sampai akhir sesi. dari informasi yang saya peroleh, beliau dulu masuknya dari jalur honorer dimasukin orang, udah gitu sekolahnya dari tempat yang sekedar absen, diperbarah dengan sistem yang buruk dari instansinya, sehingga dengan mudahnya memperoleh posisi yang konon juga karena nepotisme. Masuknya buruk, sistemnya buruk, ini mengakibatkan sulitnya pencapaian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Good Governance&lt;/span&gt;. Padahal saya juga pernah memiliki atasan pejabat eselon II, beliau juga dari honorer, pintar sing enggak, tapi rajin dan disiplin, beliau juga berinisiatif melanjutkan pendidikan di jalur yang benar tidak sekedar sekolah, bahkan lolos saringan untuk beasiswa pendidikan di LN, dia berada dalam instansi dengan sistem kepegawaian yang agak bagus. Kalo dikaitkan dengan jaman kelompok ini banyak dipengaruhi jaman kolonialisme, masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jabatan minded&lt;/span&gt;, maksudnya kayak jaman dulu orientasi ke jabatan nafsu besar tenaga kurang, pengennya menjabat biar semua orang nunduk-nunduk, tapi kapabilitas kurang.  sekali lagi, jangan digeneralisir ya! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(to be continued)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Keterangan foto : Koleksi pribadi, Lokasi Bintaro Jaya Sektor VII with My 3rd Car diabadikan tahun 1996 dengan camera Canon EOS&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-5462021910337432333?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/5462021910337432333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=5462021910337432333' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/5462021910337432333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/5462021910337432333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2008/12/tiga-jaman.html' title='Tiga Jaman'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/STfS_mElNNI/AAAAAAAAAEY/WaEOjDUP9OA/s72-c/Jimny.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-7322010872951791337</id><published>2008-11-26T01:25:00.001-08:00</published><updated>2008-11-27T17:33:06.960-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gado-gado'/><title type='text'>Bandung Trip</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SS9KMl8yBOI/AAAAAAAAADw/QsCRCTrgdhE/s1600-h/24112008348.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SS9KMl8yBOI/AAAAAAAAADw/QsCRCTrgdhE/s400/24112008348.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273515268880073954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;23 Novem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ber 2008&lt;/span&gt; Perjalanan ini sangat saya tunggu-tunggu. Kalau biasanya dalam setiap perjalanan dinas selalu terburu-buru karena acara segera dimulai, kali ini acara baru berlangsung besok pagi. Berangkat dari rumah ba'da isya sekitar 20.00 WIB, sudah lama saya tidak melakukan perjalanan sendiri, istilah sekarang mungkin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;touring&lt;/span&gt;,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;tadinya cuman rutinitas belaka dari tempat kos ke rumah orang tua saya di desa, menginjak bangku kuliah dikala suntuk saya kerap mengendarai motor dari jember ke arah banyuwangi, melewati pegunungan, jalan berkelok-kelok, terasa makin nikmat takkala melibas setiap tikungan dengan kecepatan yang agak tinggi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I like riding very much&lt;/span&gt;, namun semenjak di Jakarta hal itu susah dilakukan, jalanan lebih banyak macet, dan saya sudah berkeluarga. Sementara ini yang bisa dilakukan hanya mencoba menikmati perjalanan dengan mobil, itupun kalau ada perjalanan dinas dan sendiri. Kalau pergi rame-rame atau dengan keluarga kayaknya saya harus menjaga kecepatan, dan biasanya sembari ngobrol. Balik ke perjalanan ke Bandung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(to be continued)&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Keterangan foto : Koleksi pribadi, Dago Plaza, diabadikan dengan Nokia N70&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-7322010872951791337?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/7322010872951791337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=7322010872951791337' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/7322010872951791337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/7322010872951791337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2008/11/bandung-trip.html' title='Bandung Trip'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SS9KMl8yBOI/AAAAAAAAADw/QsCRCTrgdhE/s72-c/24112008348.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-9069331847801955129</id><published>2008-11-26T01:08:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T03:59:14.761-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gado-gado'/><title type='text'>Prakata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SS9Oe__HwmI/AAAAAAAAAD4/W1n2u-YPjRs/s1600-h/ST832948.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SS9Oe__HwmI/AAAAAAAAAD4/W1n2u-YPjRs/s200/ST832948.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273519983153365602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maaf!&lt;/span&gt; Saya belum bisa menerima komentar apapun atas tulisan saya. Bukannya egois, karena kesibukan, pekerjaan saya sepele tapi beruntun, untuk online saya tidak bisa berlama-lama. Itu juga yang membuat tulisan-tulisan saya seringkali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;to be continued&lt;/span&gt;. Tulisan yang sudah jadi, adakalanya juga masih tersentuh edit ulang. Berusaha untuk konsisten dengan tema &lt;span style="font-style: italic;"&gt;simplicity!&lt;/span&gt; Kalo ada tulisan yang menyinggung perasaan seseorang, sebetulnya bukan bertujuan untuk menyudutkan atau memancing emosi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;At least&lt;/span&gt; semua tulisan ditujukan untuk berimbang, dan melengkapi informasi yang banyak beredar, untuk membuat suasana lebih obyektif &amp;amp; kondusif. Digabung dengan pemberitaan di media lain, harapannya mampu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cover both story&lt;/span&gt;. Seorang rekan pernah berkomentar, banyak selipan bahasa inggris disana-sini, wajarlah, saya baru belajar bahasa inggris. Lagian blog ini menjadi semacam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;warming up&lt;/span&gt;, setidaknya sampai detik ini. Minimal selalu berusaha menyajikan sesuatu dengan ringan dan mudah dipahami. Penyajiannya mungkin berasa gado-gado, itupun karena saya tidak membatasi bahan bacaan, mulai dari pos kota, warta kota, kompas, tempo, republika, matra, popular, bobo, donal bebek otomotif, motor plus dll dsb. Begitupun pergaulan saya dan berimbas pada minat. Reformasi birokrasi misalnya, topik ini menarik buat saya yang sejak kecil tidak pernah bermimpi menjadi PNS. Setelah menjalani beberapa tahun, saya bermimpi untuk mewujudkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Good Governance&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;at least&lt;/span&gt; menciptakan model organisasi yang ideal. Tapi saya menyadari kok kalau kemampuan saya rata-rata air, tapi tidak menghalangi ketertarikan akan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;management as a whole&lt;/span&gt;, konon &lt;span style="font-style: italic;"&gt;management is art!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (to be continu&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ed)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan foto : Koleksi pribadi, Hotel Grand Mercure Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;diabadikan dengan Samsung Digital &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Camera punya Bundun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-9069331847801955129?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/9069331847801955129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=9069331847801955129' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/9069331847801955129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/9069331847801955129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2008/11/prakata.html' title='Prakata'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SS9Oe__HwmI/AAAAAAAAAD4/W1n2u-YPjRs/s72-c/ST832948.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-8929649717563525671</id><published>2008-11-20T22:47:00.001-08:00</published><updated>2008-11-28T02:26:02.808-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wiraswasta'/><title type='text'>Unemployment : Try the other side!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SS_G3UtnG4I/AAAAAAAAAEA/5y1fJLErIAE/s1600-h/21112008327.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SS_G3UtnG4I/AAAAAAAAAEA/5y1fJLErIAE/s400/21112008327.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273652342429260674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Link &amp;amp; match&lt;/span&gt; itu yang diungkapkan seorang petinggi di lingkungan depdiknas untuk mengantisipasi masalah pengangguran di Indonesia. Sejatinya ungkapan ini mengena, tapi jika dikaitkan dengan program-program departemen lain kebijakan ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;copy paste&lt;/span&gt;. Anda tarik benang merahnya, beribu-ribu program beda tipis, semuanya jamak, hanya mengulas dari sisi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;employment supply side&lt;/span&gt;, termasuk juga penanganan/pembinaan UKM. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;How to produces, How to be worker....&lt;/span&gt;Saya  mengajak anda sejenak berpikir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Out of The Box&lt;/span&gt;. Sejarah Microsoft, Google, Facebook atau perusahaan besar lain yang didirikan anak-anak sekolahan, mereka berlomba untuk menciptakan sesuatu yang baru yang pada akhirnya mempengaruhi pasar. Berbeda jauh dengan kebijakan kita yang lebih banyak mendidik/membina untuk mengisi pasar tertentu yang sedang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;booming&lt;/span&gt;, baik pasar barang dan jasa atau pasar tenaga kerja, wajarlah jika disalah satu penghasil pertanian tertentu, pada saat pasar produk tersebut didunia sedang anjlok, mayoritas lahan-lahan tersebut ditinggalkan, karena keahlian mereka terpaku disitu. Meski banyak diberitakan beberapa petani yang bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;survive&lt;/span&gt; dengan beralih pada pertanian lain, namun pemberitaan nya kurang di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blow out&lt;/span&gt;, sehingga jarang mengilhami petani lainnya. Atau anda sudah mendengar ratusan bahkan ribuan orang dididik untuk menjadi ahli di bidang tertentu atau untuk produksi barang &amp;amp; jasa tertentu. Didorong dengan kebijakan beberapa departemen untuk menciptakan program kebijakan dalam mengurangi tingkat pengangguran, he..he..orang-orang di departemen memang jagonya menelurkan konsep visi misi dengan bahasa langit, alhasil dana pun tersedia, saya pun beberapa kali mengikuti rapat seminar atau pertemuan yang membahas masalah ini, menurut saya semuanya hanya mengulik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;supply side&lt;/span&gt;. Pengukuran keberhasilan hanya berhenti pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;output&lt;/span&gt;, saya jarang mendengar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outcome&lt;/span&gt; yang dicapai. Program berhasil diciptakan, dana yang tersedia terserap 100%, tahun depan program pun beralih, bagaimana dengan kontinuitas produk atau tenaga kerja terlatih itu bisa bertahan untuk mendapatkan income? Disini masalahnya!&lt;br /&gt;Secara tidak sengaja saya menjadi pembaca setia tabloid Motor Plus, mulai dari edisi perdana sampai dengan saat ini. Yang menarik bagi saya bagaimana industri hulu sampai hilir kendaraan bermotor roda dua berkembang, ada semacam sinergi didalamnya, sehingga dunia ini bertumbuh kembang, ulasan lengkapnya akan saya ceritakan dalam kesempatan lain.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini saya hanya akan menjelaskan bagaimana menciptakan pasar dan bertahan didalam pasar. Ini yang jarang disentuh dalam setiap kebijakan dan program yang dilaksanakan selama ini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(to be continued)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Keterangan foto : Koleksi Pribadi, Meja Resepsionis Back To Nature Bogor&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-8929649717563525671?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/8929649717563525671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=8929649717563525671' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/8929649717563525671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/8929649717563525671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2008/11/unemployment-try-other-side.html' title='Unemployment : Try the other side!'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SS_G3UtnG4I/AAAAAAAAAEA/5y1fJLErIAE/s72-c/21112008327.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-7256969890148782835</id><published>2008-11-04T19:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T19:42:38.640-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wiraswasta'/><title type='text'>Eksplorasi ceruk pasar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SSYst3gL_9I/AAAAAAAAACI/3f2QyDsmXus/s1600-h/20112008317.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SSYst3gL_9I/AAAAAAAAACI/3f2QyDsmXus/s320/20112008317.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270949580388433874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semasa kuliah saya sering diajak sahabat saya, entah sebagai sopir tembak atau kenek. Biasanya kami lakukan mulai pukul 03.00 WIB dini hari sampai waktu Subuh tiba. Dengan menggunakan Mitsubishi Pick Up L300 Diesel kami berangkat dari kawasan Pasar Tanjung Jember, parkir di depan pasar, tidak perlu berlama-lama biasanya bak mobil sudah penuh dengan mbok-mbok pedangan pasar dengan barang dagangan, mereka akan berjualan di Pasar Bondowoso kota kecil yang berjarak sekitar 25 KM dari Jember dengan waktu tempuh sekitar 30 menit Sampai di Bondowoso, bak mobil sudah dipenuhi pedagang-pedagang ke arah Jember. Tiba kembali di kawasan Pasar Tanjung menjelang Subuh. Setelah sholat Subuh dilanjutkan dengan sarapan nasi pecel di belakang kantor Direksi PTP XXVI di jalan Gajah Mada, pecelnya khas, cuman saya belum jelas, apakah penjualnya masih ada? masalahnya saya sudah lama gak ke Jember. Yang penting penghasilan hari itu cukup untuk solar, nasi pecel, sebungkus rokok, dan sedikit uang saku. Hal yang baru bagi saya, pasar jasa angkutan dengan menggunakan pick up untuk para pedagang, gak pernah kebayang bisa laku, setahu saya para penjual jasa di sektor ini sedikit, karena jumlah penumpang yang kami peroleh tidak pernah kurang.&lt;br /&gt;Jasa seperti ini tentu berbeda dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mainstream business&lt;/span&gt; jasa transportasi, seperti angkot, mikrolet, bus kota, metromini dll. Eksplorasi ceruk pasar mutlak diperlukan bagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneur&lt;/span&gt; bermodal terbatas, biasanya orang Indonesia lebih banyak latahnya daripada mencoba pasar yang baru. Katakanlah kios penjualan voucher telepon prabayar, banyak pemain bermunculan, bahkan di kawasan pasar Senen, cukup bermodal kursi plastik, dagangan voucher bisa digelar. Seperti dijelaskan model ekonomi, disaat banyak profit di salah satu sektor, biasanya banyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;new entry&lt;/span&gt; ke sektor tersebut,dan ini terjadi sampai dengan keuntungan "normal" secara ekonomi, akibatnya hanya segelintir pemain yang bisa bertahan. Kelemahan para pengusaha kecil banget ini, memang dalam hal intuisi dan pengenalan ceruk pasar. Jika anda menikmati perjalanan dari pinggir jalan tol jakarta merak ke arah pasar ciledug, di kiri kanan akan anda jumpai banyak sekali penjual voucher, Yang menarik anda akan menemukan bioskop mini, usaha ini pernah diulas di beberapa media, bioskop ini sama dengan ruangan kecil di rumah dengan menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;home theater&lt;/span&gt;, saya tidak memiliki data jumlah pengunjung yang hadir, tetapi melihat konsistensinya, usaha ini punya pasar yang tetap meski tidak terlalu besar. Namun keberanian dan intuisi yang dimiliki untuk menemukan ceruk pasar layak ditiru. Simak tulisan di  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas Selasa 4 November 2008 Kehidupan Kota, Berburu Kayu Bakar di Belantara Beton&lt;/span&gt;, tulisan itu menceritakan mantan sopir angkot yang banting setir menggeluti usaha, dengan membeli kayu bekas bangunan untuk dijual kepada pengusaha tahu sebagai kayu bakar. Disini memang dibutuhkan hubungan dengan mandor bangunan dan tukang tahu, pasarnya terbatas, namun penghasilan yang diperoleh cukup menjanjikan. Banyak juga jenis usaha lain yang jarang dimasuki pemain baru, seperti jasa urut kabel mobil atau motor, pres body motor, jasa seperti ini memang jarang diminati karena membutuhkan skill dan kesabaran Sama juga di industri musik, saat lagi booming aliran musik disko yang dipicu kelompok musik nidji, langsung diikuti kelompok musik lain mulai Jikustik, SO7 terakhir Dewa dengan lagunya Perempuan Paling Cantik kalo gak salah, ditengah arus mendadak nongol ST 12 dengan musik melayunya...laris manis. Hampir sama dengan kemunculan Kangen Band yang sempat dipandang sebelah mata. Disaat pasar dibombardir musik-musik disko muncul aliran aliran musik lain..dan laku, disitu kelebihan intuisi produser musik.&lt;br /&gt;Seingat saya, diperempatan pramuka dan perempatan sekneg arah ke gajahmada, penjual mainan disitu selalu berganti produk sepertinya tidak lewat dari satu bulan biasanya mereka berganti produk, cuman saya gak pernah perhatiin, itu produk cina atau produk domestik.&lt;br /&gt;Resep sederhana tentunya dengan selalu waspada dan kreatif disertai dengan kepekaan intuisi, konon abad XXX fosil otak pegawai negeri dihargai lebih tinggi dibanding wirausaha, karena wirausaha selalu berpikir nyaris 24 jam sehari, sedangkan pegawai negeri tebak sendiri dah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan foto : Koleksi pribadi, Gerbang Pasar Baru Jakarta Pusat diabadikan dengan Nokia N70&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-7256969890148782835?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/7256969890148782835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=7256969890148782835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/7256969890148782835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/7256969890148782835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2008/11/eksplorasi-ceruk-pasar.html' title='Eksplorasi ceruk pasar'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SSYst3gL_9I/AAAAAAAAACI/3f2QyDsmXus/s72-c/20112008317.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-7255686571326458850</id><published>2008-11-03T00:45:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T19:41:44.911-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reformasi Birokrasi'/><title type='text'>Pengadaan Barang  &amp; Jasa (Part I)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SQ66kCzFk9I/AAAAAAAAACA/NaEXU-iyULU/s1600-h/28102008260.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SQ66kCzFk9I/AAAAAAAAACA/NaEXU-iyULU/s400/28102008260.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264350142831891410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pelototin foto diatas, papan tersebut saya temui pada saat mengunjungi seorang rekan kerja yang sedang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Islam di kawasan Klender Jakarta Timur sebut saja inisialnya SS. Saat membaca tulisan di harian kompas sabtu 1 November 2008 dengan judul APBN Bisa Dihemat Rp. 60 Triliun, saya langsung teringat dengan rekan saya yang dirawat di rumah rumah sakit tersebut. Di kompas  Sekretaris Utama Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa (Sekut LKPP) Agus Rahardjo menyampaikan bahwa komitmen yang rendah dalam pengadaan barang dan jasa itu terjadi  karena hingga saat ini proyek pengadaan barang dan jasa masih menjadi sumber penghasilan tambahan para pejabat yang terlibat didalamnya. Sangat ironis dengan yang terjadi dengan rekan saya yang dirawat tersebut.  Dari perbincangan dengan rekan sekamarnya yang juga teman satu alumni, yang bersangkutan mulai merasa tertekan sejak awal bergabung dengan proyek pemerintah beberapa waktu yang lalu, memang saat ini tidak dibutuhkan skill dalam pengadaan barang dan jasa, mengingat transaksi yang dikelola masih dibawah lima juta rupiah. Kurang lebih enam bulan sebelum mengalami gangguan kejiwaan,  SS ditunjuk sebagai panitia pengadaan barang dan jasa mengalami konflik yang tidak biasa, informasi ini saya peroleh dari rekan sekamarnya, sepertinya ini menjadi salah satu titik kulminasi, menurut rekan audit internal, SS pernah mengatakan kepadanya bahwa tahun anggaran ini menjadi tahun terakhirnya terlibat dalam kegiatan/proyek atau segala aktifitas yang terkait dengan uang.&lt;br /&gt;Saya pribadi sependapat dengan pak Agus, bahkan menurut saya bukan hanya pihak yang terlibat langsung dengan pengadaan barang dan jasa.&lt;br /&gt;Pada awal diterima sebagai PNS, saya selalu mengungkapkan untuk tidak terlibat dengan aktifitas yang terlibat dengan uang. Maunya sih saya bekerja dibayar, tidak mau repot dengan segala tetek bengek yang terlibat dengan uang, kalau ada lembur atau keterlibatan dengan kegiatan di luar tugas struktural saya, tinggal terima uang saja. According to rekan-rekan saya, garis tangan gak bisa dirubah, except terlalu banyak mencuci, pada saat promosi kerja pertama saya menjadi Eselon V langsung menjabat Kepala Urusan Umum, dan terus berlanjut hingga sekarang, tugas kerja saya selalu terkait dengan bidang keuangan negara dan pengadaan barang dan jasa. Yang saya alami pada periode sebelum KPK di tetapkan, hal tersebut menjadi lumrah ditemui dimana-mana, bahkan seorang rekan mengatakan saya bodoh ketika mengetahui hidup saya tetap begitu-begitu saja.&lt;br /&gt;Periode reformasi birokrasi, periode SBY, atau periode KPK saat ini, menurut saya merupakan saat berat, mengingat untuk menegakkan/meminimalisasi kebocoran anggaran negara sudah didukung peraturan dan sangsi yang jelas, namun disisi lain kebiasaan-kebiasaan di lingkup pengadaan barang dan jasa kerap terjadi. Bagi saya kuncinya ada pada para pejabat tertinggi tapi harus diikuti dengan kesadaran para pejabat/pegawai di bawahnya. Kasus korupsi yang banyak diberitakan di media massa, adakalanya bukan kemauan menteri/eselon I, bisa jadi karena informasi yang salah dari bawahan. Yang sering saya tahu, ada beberapa pejabat atau mantan pejabat yang masih berperilaku ala kadarnya, ini menyulitkan! Seperti yang dialami rekan saya SS, yang saya tahu dia orang yang “lurus”. Dari informasi yang saya peroleh, tekanan yang dia terima tampaknya melampaui kemampuannya. Contoh kongkrit ada pengeluaran yang tidak dapat dibebankan kepada anggaran negara, sedangkan pengeluaran sudah terjadi, mau tidak mau kegiatan ini harus “ditutup” dari pengadaan barang dan jasa, opsi ini pernah dikemukakan KPK seperti dimuat dalam business news. Buat saya point yang harus ditekankan ada pada setiap atasan, terutama pejabat eselon I, minimal untuk memberikan tauladan, meski terkadang bawahan kerap memberikan informasi yang salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan foto : Koleksi pribadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-7255686571326458850?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/7255686571326458850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=7255686571326458850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/7255686571326458850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/7255686571326458850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2008/11/pengadaan-barang-jasa-part-i.html' title='Pengadaan Barang  &amp; Jasa (Part I)'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SQ66kCzFk9I/AAAAAAAAACA/NaEXU-iyULU/s72-c/28102008260.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-5886780635226125759</id><published>2008-10-30T21:13:00.000-07:00</published><updated>2008-11-03T00:44:57.232-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reformasi Birokrasi'/><title type='text'>Jam Terbang ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SQ62IwWRjHI/AAAAAAAAAB4/cbn7Z-jGSPA/s1600-h/16102008253.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SQ62IwWRjHI/AAAAAAAAAB4/cbn7Z-jGSPA/s400/16102008253.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264345275976223858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;Saat istirahat pada sebuah pelatihan pertengahan tahun 2003 saya berkesempatan untuk berbincang dengan dua orang rekan di sebuah instansi pemerintah, kedua-duanya diterima sebagai PNS dengan ijazah s1 sekitar tahun 1996. Perbincangan ringan diikuti dengan perbincangan tentang rutinitas pekerjaan, wow!, 7 tahun bekerja hanya melakukan administrasi penerimaan tanda penghargaan, itupun hanya sekedar mengetik nama-nama yang diajukan, yang diterima dari seluruh departemen, that's all. Bahkan pembicaraan berlanjut masuk kerja dibawa siapa? Belakangan saya banyak mendengar di instansi tersebut emang sudah jamak kebiasaan tersebut, sama dengan yang ada di benak khalayak pada umumnya, sama dengan pikiran ayah saya, yang sempat terheran-heran waktu saya lulus tes penerimaan di sebuah departemen. Lanjut ke masalah teman saya yang tadi, pemahaman saya Golongan PNS I &amp;amp; II itu lower manajemen, Golongan III middle, Golongan IV top, dari penjelasan temen saya, beliau tidak sedikitpun yang bisa saya kategorikan manajerial skill. Untuk mengikuti pelatihan tersebutpun harus dengan melakukan sedikit pendekatan, OMG (Oh My God!), kesempatan untuk mengikuti/terlibat dengan tim kerja pun terbatas &amp;amp; nyaris gak ada. Kalau disuruh mendeskripsikan pekerjaanyang pernah dikerjakan, hanya pengetikan titik.&lt;br /&gt;Dari perbincangan dengan beberapa rekan lain di kemudian hari, ternyata hal seperti ini juga terjadi di beberapa departemen, konon beberapa struktur organisasi emang sengaja diciptakan untuk pemerataan dengan dalih bagi tugas sampai habis, mungkin itu salah satu yang memperburuk output birokrasi. Prinsipnya emang pekerjaan dibagi abis, strukturnya dibikin sedemikian rupa biar distribusi kerja merata. But finishing touch atau orang-orang yang  mendesain kurang kompeten, karena posisi yang berkaitan dengan organisasi biasanya dianggap kurang penting, sehingga diisi orang ala kadarnya. Terkadang struktur organisasi  diciptakan hanya untuk kesejahteraan, bahkan prasyarat dari MENPAN dalam pembentukan struktur organisasi baru kerap dilanggar, seperti melengkapi dengan analisa beban kerja dsb. Yang sangat terasa, pada saat pembentukan suatu jabatan dibikin sedemikian rinci, sehingga secara aplikatif tidak membutuhkan keahlian manajerial sedikitpun, hal ini berakibat jam terbang dari individu dalam pemecahan masalah tidak maksimal. Beberapa rekan di instansi saya memang berada pada posisi yang kurang pekerjaan secara struktural, namun yang bersangkutan banyak terlibat dalam tim kerja yang dibentuk, maupun kegiatan eksternal kantor yang gak ada hubungannya dengan kantor namun berguna bagi kemampuan personal. Begitu juga dengan sertifikasi pengadaan barang dan jasa yang diselenggarakan BAPPENAS,tetap membutuhkan jam terbang dalam kegiatan tersebut. Seorang rekan yang mendapatkan jabatan yang konon karena kasihan, tanpa kesadaran dan pembinaan, sampai sekarangpun masih berkutat dengan pekerjaan yang menurut saya hanya layak dikerjakan pegawai golongan II, kabarnya dia masih mengerjakan pekerjaan tersebut karena ada fulus behind this job, akibatnya pekerjaan struktural yang sebetulnya ringan, namun perlu pembinaan kurang tersentuh.&lt;br /&gt;Jam  terbang perlu diciptakan dan dipantau, untuk meningkatkan skill masing-masing, dan ini memerlukan koordinasi dari beberapa bagian, terutama untuk pemecahan masalah sehari-hari. Minimal untuk memberikan input tentang masalah-masalah yang terjadi sehingga dapat dieliminir di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan foto : Koleksi pribadi, cindera mata untuk kunjungan kerja ke Australia but jangan tanya a woman behind …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-5886780635226125759?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/5886780635226125759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=5886780635226125759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/5886780635226125759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/5886780635226125759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2008/10/jam-terbang.html' title='Jam Terbang ...'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SQ62IwWRjHI/AAAAAAAAAB4/cbn7Z-jGSPA/s72-c/16102008253.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9213330299651657059.post-6520876752233227702</id><published>2008-10-27T06:21:00.000-07:00</published><updated>2008-11-27T04:09:02.891-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gado-gado'/><title type='text'>Selamat Hari Keuangan Ke 62</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SQZZPCLlisI/AAAAAAAAABw/XogEdSISVsQ/s1600-h/ST833154.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SQZZPCLlisI/AAAAAAAAABw/XogEdSISVsQ/s320/ST833154.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261991329447381698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SQZYq1OODKI/AAAAAAAAABo/LrAWaQAqLvA/s1600-h/ST833147.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SQZYq1OODKI/AAAAAAAAABo/LrAWaQAqLvA/s200/ST833147.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261990707493473442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Gajah dipelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak&lt;/span&gt; kalau tidak salah tulis sepertinya pepatah ini pas untuk menyambut hari keuangan ke 62. Menjelang peringatan hari keuangan ke 62 yang jatuh pada tanggal 30 Oktober 2008, beragam kegiatan diselenggarakan di lapangan banteng, pada hari minggu 26 oktober diadakan jalan sehat di jajaran depkeu, bahkan persiapan final sudah dipersiapkan sejak hari jum'at 24 oktober. Namun apa dikata, mobil yang biasa saya gunakan, sejak pagi sudah diparkir di dekat lapangan bendera dekat pintu keluar, seperti biasa saya selalu pulang lepas maghrib, sekitar 19.00 saat menuju ke parkir mobil, mendadak dikejutkan suara satpam yang meminta maaf lantaran kaca mobil saya pecah, namun beliau enggan memerinci kejadian sebenarnya, hanya menduga-duga kaca mobil tertimpa buah pinang, sembari meminta saya untuk menemui bagian yang bertanggung jawab dengan kegiatan disekitar lapangan bendera saat itu. Meskipun saya sudah ikhlas dengan resiko yang terjadi nampaknya bapak satpam tua itu tetap meminta saya untuk menemui bagian dimaksud, karena pihak bagian ybs juga sudah berpesan seperti itu. It's ok, but saat sampai di tempat yang ditunjuk, saya hanya menemui seseorang yang tergopoh-gopoh keluar dari ruangan sambil menunjuk ke arah tengah lapangan bendera, seolah tahu maksud kedatangan saya sambil menelepon, saya sabar menunggu yang bersangkutan yang meneruskan berbicara melalui telepon selular, sepintas di dalam ruangan tidak nampak ada orang, belum selesai bapak itu beraktifitas, datang bapak-bapak lain langsung menghampiri, dan langsung saya jelaskan maksud kedatangan saya karena diminta satpam, sepertinya bapak itu mengerti dan mengatakan dia mengetahui kaca pecah namun tidak menjelaskan rinci kenapa pecah, saya hanya diminta untuk datang hari minggu sembari menanyakan apakah saya hadir di acara jalan sehat, saya mengiyakan, namun beliau menyarankan sebaiknya saya kembali hari senin, that's why i'm rather emosition gitu! Dan sampai dengan hari senin saya tidak memperoleh jawaban yang jelas.&lt;br /&gt;Di departemen yang dikenal sebagai pelopor reformasi birokrasi, penanganan masalah seperti itu nampaknya membutuhkan waktu yang sangat panjang, sangat ironis, padahal untuk perumusan kebijakan substansial pemimpin tertinggi lembaga ini sangat menekankan efisiensi dan efektifitas waktu. Mohon maaf kalau salah, saya tidak melihat inisiatif untuk menghubungi saya, yang terjadi adalah sebaliknya, dan saya sengaja pada pagi hari dengan memancing sedikit keributan dengan memarahi satpam (Nyuwun ngapunten sanget pak satpam, panjenengan mboten salah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bhs jawa&lt;/span&gt;), kalau diidiomkan pihak yang bertanggung jawab adalah tuan rumah, sedangkan saya adalah tamu, karena kantor saya memang numpang, tapi tuan rumah mirip raja yang harus ditemui.&lt;br /&gt;Sejak awal saya melihat ada indikasi lemahnya penerjemahan kebijakan top level management oleh middle management sehingga yang diterima pada level lower management sangat bias, dan ini terjadi di seluruh jajaran birokrasi. Termasuk pada kejadian ini, bahkan menurut saya ada pemborosan keuangan negara, karena remunerasi yang dibayarkan, karena kinerja tidak meningkat, apalagi gradingnya lebih tinggi dibandingkan dengan kppn misalnya, padahal kinerja kppn di bagian loket saja sudah cukup bagus, penolakan atau penerimaan spm selalu disertai dengan penjelasan yang jelas.&lt;br /&gt;Memang lebih enak jadi pembalap seperti valentino rossi atau dani pedrosa,daripada jadi pegawai negeri, ada perangkat yang tidak mendukung bisa langsung diganti, gak cocok dengan ban michelin, complaint, besoknya udah ganti pake bridgestone, pegawai negeri terlalu banyak variannya.&lt;br /&gt;Padahal lagi di i radio fm pagi ini yang juga membahas selintas reformasi birokrasi, pns mustinya berperilaku swasta, dan menyimak tulisan hermawan kartadjaya beberapa waktu lalu di harian kompas, beberapa perusahaan selalu membuat simulasi seandainya ada strategi pesaing yang membahayakan, seandainya setiap unit di departemen keuangan diberi keleluasaan dana untuk menyewa atau membangun gedung sendiri, pastinya tidak akan ada yang menyewa di lapangan banteng poor service. Reformasi birokrasi berjalan lambat, termasuk assesment pegawai. apapun yang terjadi selamat hari keuangan ke 62, masih banyak pr!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan Foto : Koleksi Pribadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9213330299651657059-6520876752233227702?l=mirzamashudi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/feeds/6520876752233227702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9213330299651657059&amp;postID=6520876752233227702' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/6520876752233227702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9213330299651657059/posts/default/6520876752233227702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mirzamashudi.blogspot.com/2008/10/selamat-hari-keuangan-ke-62-gedubrak.html' title='Selamat Hari Keuangan Ke 62'/><author><name>Mirza Mashudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03829802764812846178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/Siu_lQoTARI/AAAAAAAAAGA/bfLAO9jRg2o/S220/DSC_0321.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BReONFjsHz0/SQZZPCLlisI/AAAAAAAAABw/XogEdSISVsQ/s72-c/ST833154.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
